Tampilkan postingan dengan label printer 3 dimensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label printer 3 dimensi. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Software printer 3D untuk pemula

Cetak 3D dapat membantu Anda untuk menciptakan sebuah objek 3D oleh komputer dan printer 3D. Namun, hal ini terdengar sedikit sulit bagi seorang pemula ketika menggunakan printer 3D. Artikel kali ini akan memperkenalkan  perangkat lunak printer 3D untuk membantu pengguna pemula dalam menggunakan printer 3D mereka dengan mudah.

1. Ultimaker Cura

Ultimaker Cura 3D adalah sebuah perangkat lunak untuk proses slicing pada printer 3D. Perangkat lunak ini dapat membuat sebuah model 3D dan men-slice-nya menjadi lapisan-lapisan, dalam bentuk G-Code, sesuatu yang printer 3D dapat mengerti. Cura 3D mudah untuk digunakan dan hanya membutuhkan tiga langkah sebelum masuk proses pencetakan. Buat sebuah model. Kemudian, ekspor file 3D tadi dalam format STL atau OBJ. Selanjutnya file tersebut akan diimpor, di-slice sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk G-Code sehingga printer 3D dapat membaca dan mengikuti perintah yang ada pada file itu. Anda juga dapat mengatur sendiri kualitas, jenis material, kecepatan, pendinginan dan isiian dari objek yang akan dicetak. Cura 3D adalah perangkat lunak yang sepenuhnya bersifat open-source dan dapat digunakan dengan beragam printer 3D. Cura 3D juga dapat beroperasi di Windows, Mac, dan Linux.

2. TinkerCAD

Tidak seperti Cura, TinkerCAD adalah sebuah perangkat lunak CAD yang langsung bisa diakses secara on-line tanpa perlu menginstall aplikasi ini pada komputer Anda. Anda dapat secara langsung mengakses aplikasi ini dengan terlebih dahulu membuat sebuah akun pada websitenya. TinkerCAD menawarkan bentuk pre-defined dan struktur-struktur geometri, sehingga Anda dapat membuat model hanya dengan menarik dan menaruh bentuk atau struktur tadi pada WorkPlane dan menyesuaikan panjang, tinggi dan lebarnya. TinkerCAD adalah sebuah alat yang mudah untuk pemula dalam memulai pencetakan 3D.

3. 123D Catch

Aplikasi 123D Catch bisa digunakan pada smartphone Anda (baik yang berbasis iOS maupun Android), yang berarti Anda dapat mengambil gambar dari smartphone Anda dan 123D Catch dapat mengubah gambar dari kamera smartphone Anda menjadi sebuah model 3D. Hal ini sangat pas dan menyenangkan bagi mereka yang pertama kali berkecimpung atau ingin belajar cetak 3D (3D printing). Selain itu, Anda dapat mengirimkan gambar dari kamera digital ke 123D Catch di komputer Anda dan mencetaknya dengan kualitas tinggi.

4. 3D Slash

3D Slash berbeda dengan perangkat lunak cetak 3D lainnya karena juga bisa bekerja dengan logo dan membuat tulisan 3D. Ini berarti Anda dapat mengubah logo Anda menjadi sebuah model 3D atau mengimpor tulisan Anda yang kemudian diekspor menjadi tulisan 3D. 3D Slash mudah digunakan dan cocok untuk semua umur; Anda dapat mendesain sebuah model 3D dengan menggunakan konsep building-block sederhana, seolah-olah Anda menggunakan sebuah pemotong batu modern. Karena mudah digunakan, 3D Slash adalah sebuah perangkat lunak yang luar biasa ketika Anda mencoba cetak 3D pertama kalinya.

5. 3D Tin

3D Tin adalah sebuah aplikasi cetak 3D on-line seperti TinkerCAD, yang mudah digunakan. Yang dibutuhkan adalah perambat (browser)  seperti Firefox atau Chrome dengan WebGL yang aktif. Aplikasi cetak 3D ini merupakan aplikasi yang juga pas buat pemula. Yang perlu Anda lakukan adalah memilih 3D template yang ada di internet dan menambahkannya pada sketsa yang telah Anda buat; yang akan disimpan pada penyimpanan berbasis awan yang dapat diakses dengan bebas dan mudah, serta mampu merubahnya menjadi file yang berformat STL atau OBJ.

6. SketchUp

SketchUp adalah software cetak 3D yang ideal untuk mendesain model cetak 3D yang rumit untuk pemula dengan tampilan antarmuka (interface) yang ramah pengguna (user-friendly) dan relatif  mudah untuk dikuasai. 3D Warehouse adalah sebuah library yang sangat besar dari SketchUp untuk menyimpan 3D template yang diunggah oleh pengguna SketchUp. Anda dapat memilih salah satu dan menambahkannya pada SketchUp, yang mana hal ini merupakan cara yang paling mudah untuk mencetak sebuah objek 3D. SketchUp juga menyediakan tutorial gratis yang dapat membantu untuk mengembangkan level kemampuan Anda dalam menggunakan SketchUp.

7. FreeCAD

FreeCAD adalah sebuah modeler 3D parametrik yang dibuat untuk merancang objek nyata (real-life) denganberbagai ukuran. FreeCAD bersifat open-source. Program FreeCAD cukup interaktif karena dapat diakses dan dipadukan dengan bahasa pemrograman Python. FreeCAD adalah sebuah titik awal yang sangat sesuai bagi seorang insinyur yang baru pertama kali berhubungan dengan dunia 3D modelling.

8. Craftware

Craftware adalah sebuah perangkat lunak slicer yang dikembangkan oleh CraftUnique untuk mendukung printer buatan mereka yakni, CraftBot 3D. Perangkat lunak ini juga bisa digunakan oleh printer 3D yang lain dengan syarat printer tersebut menereima atau dapat membaca G-Code. Craftware sangat cepat dan mudah digunakan, yang membuat pemakainya dapat melihat proses pencetakannya lapis demi lapis dari berbagai sudut dan memodifikasi atau menghapus bagian sebelum proses pencetakan berjalan. Dengan tampilan antarmuka yang bersih dan sederhana seperti tombol yang besar dan berwarna pada sisi sebelah kiri sehingga mudah untuk dilihat, membuat Craftware menjadi salah satu software cetak 3D yang paling ramah pengguna.

Sumber: https://www.dobot.cc

Senin, 18 Desember 2017

Peneliti membuat objek 3D digital dari data hasil pemindaian 3D yang tidak lengkap.

Peneliti dari Universitas Saarland Jerman dan Institut Max Planck bergabung bersama Intel dalam mengembangkan pengkreasian objek 3D digital menggunakan hasil pemindaian data 3D yang tidak lengkap. Vconv-DAE adalah sebuah enkoder otomatis volumetric konvolusional yang mempelajari representasi volumetric dari data yang rusak.

Pemindaian 3D memiliki jangkauan yang luas dalam penerapannya, mulai dari teknik reverse (reverse engineering) di bidang otomotif dan sektor penerbangan, pengumpulan data anatomi untuk keperluan pembuatan kaki palsu, hingga mencetak hasil foto selfie.
Namun, ketika pemindaian 3D yang kita lakukan tidak lengkap atau terdapat gangguan dari hasil pemindaian, maka data yang diperoleh menjadi tidak berarti untuk dirender. Memang hal ini bukan sesuatu yang jarang terjadi: pencahayaan yang kurang tepat, gerakan selama pemindaian, dan faktor lainnya dapat menghasilkan model 3D yang buruk.
Cara terbaik untuk melawan masalah tadi adalah dengan mengeliminasi pada sumbernya, dengan berinvestasi pada peralatan pencahayaan yang tepat, tatakan yang berotasi secara stabil dan berbagai macam alat yang lain. Tetapi ketika pilihan ini tidak tersedia, maka perlu jalur lain untuk dieksplorasi.
Sebuah jalur potensial baru saja dikembangkan oleh sebuah grup peneliti yang memiliki banyak sumber dan kemampuan, yang terdiri atas perwakilan dari perusahaan raksasa komputer Intel dan dua institut dari Jerman: Institut Max Planck dan Universitas Saarland di Saarbrucken.
Bersama-sama, tim multidisiplin ini telah mengembangkan VConv-DAE, sebuah enkoder pembelajaran bentuk volumetrik dari data yang rusak dengan mengestimasi grid dari voxel.

Peneliti tersebut mengatakan bahwa alat atau metode ini sempurna untuk mengatasi menghilangkan gangguan (noise) dan penyempurnaan bentuk yang dapat muncul selama penerapan pemindaian 3D.
“Walaupun teknologi pemindaian 3D telah membuat progres signifikan dalam beberapa tahun ini, tetap masih ada tantangan untuk mendapatkan gambar geometri dan bentuk dari sebuah objek yang nyata secara digital dan otomatis,” ucap Mario Fritz, pemimpin dari grup Scalable Learning and Perception dari Institut Max Planck.
Salah satu kelemahan dari perangkat keras berbasis Kinect adalah ketidakmampuan untuk mengenali secara akurat sebuah tekstur yang beragaam. Hal ini membuat permukaan yan terlalu bersifat refleksif, berbintik-bintik atau jika tidak masalah sulit untuk mengenali mungkin muncul pada data 3D yang tidak akurat-sesuatu yang mempengaruhi hasil cetak 3D.

“Hasil yang cacat atau tidak lengkap dari geometri 3D kemudian menghadirkan masalah yang nyata pada sejumlah aplikasi, seperti pada augmented reality, ketika bekerja dengan robot atau pada pencetakan 3D,” ucap Fritz.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, alat yang baru saja dikembangkan, yakni Vconv-DAE menggunakan sebuah jaringan syaraf pembelajaran dalam yang khusus untuk membangun model 3D dari himpunan data yang tidak lengkap.
Rahasia agar enkoder tersebut dapat sukses, menurut para peneliti itu adalah dengan menghindari kesalahan intuisif dari pemberian sebuah label untuk setiap objek:”hasil pelatihan sama baik dengan dengan representasi hasil, yang sangat kuat dan tidak perlu terkait dengan ide dari pemberian label dari objek,” mereka berpendapat, bahwa metode estimasi grid dari penempatan voxel mereka bekerja lebih baik.
Menariknya, teknik baru ini menawarkan performa yang kompetitif ketika digunakan untuk proses klasifikasi di samping itu juga memberikan hasil yang menjajikan untuk interpolasi bentuk.
Pada akhirnya, hal ini dapat berkontribusi pada sebuah generasi baru dari peralatan pemindaian 3D yang menyederhanakan perangkat keras seperti Kinect untuk memproduksi data 3D yang sangat akurat tanpa kehilangan satu pun informasinya. Hal ini, menurut peneliti itu, adalah hal yang lebih dibutuhkan dibanding sebuah harapan.
“Di masa mendatang, adalah sesuatu yang mungkin untuk mengambil gambar dari objek dunia nyata secara sederhana dan cepat dan mengerjakan dalam bentuk proyek yang realistis hingga mengubahnya menjadi bentuk dunia digital, ” kata Philipp Slusallek, profesor grafik komputer dari Unversitas Saarland dan scientific director dari Pusat Riset Jerman untuk Kecerdasan Buatan (DFKI).
Slusallek saat ini adalah tokoh yang memimpin proyek penelitian gabungan eropa, “Distributed 3D Object Design” DISTRO, sebuah jaringan yang membawa bersama laboratorium terkemuka pada Komputasi Visual dan Grafik Komputasi 3D di seluruh eropa dengan tujuan dari pelatihan adalah membentuk generasi baru dari peneliti, ilmuan, dan para pengusaha di bidang desain objek 3D terdistribusi, modifikasi dan perakitan.

Sumber:http://www.3ders.org

Jumat, 15 Desember 2017

Desain sel surya yang lebih efisien yang terinspirasi dari sayap kupu-kupu hitam dan cetak 3D.

Pernakah Anda mendengar teori tentang sebuah sayap kupu-kupu yang "mengepak" di salah satu bagian bumi dan kemudian mengakibatkan badai di bagian bumi yang lain? Saat ini perkembangan cetak 3D dipengaruhi oleh oleh hewan berwarna lebih indah yang masih merupakan kerabat dari golongan ngengat ini. Hewan ini dapat membuktikan kontribusi besarnya pada masa depan dari iklim kita, dan dalam kasus ini, kupu-kupu tidak perlu melakukan hal apa pun.
Sebuah tim peneliti dari Caltech dan Institut Teknologi Karlshure Jerman mendapat ide dari struktur sayap kupu-kupu untuk mendesain panel surya yang inovatif. Sehingga dapat menyerap cahaya lebih efisien lagi.

Sebagai sumber energi yang terbarukan dan bersih, kita bisa melakukan banyak hal yang buruk daripada matahari. Untunglah sel photovoltaic mampu menyerap cahaya dalam jumlah yang besar untuk mengubahnya menjadi daya selama bertahun-tahun.
Pengaruh bahwa hal ini dapat digunakan untuk iklim kita masih kecil, karena keterbatasan efisiensi dari alat-alat penyerapan yang mana energi panas matahari masih relatif mahal sekalai dibanding dengan sumber energi tradisional, dan hal ini tidak diterapkan sesering mungkin. Sel surya yang menggunakan film yang tipis, khususnya, masih kurang pada bagian bagaimana agar alat itu dapat menangkap cahaya dengan baik.
Para peneliti secara konstan sedang mencari cara untuk meningkatkan atau memperbaiki keadaan ini dan membantu menjaga lingkungan alami ini dengan lebih efektif lagi, sehingga apa tempat yang lebih baik untuk mendapat inspirasi dari bumi kalau bukan dari bumi alami itu sendiri?
 Karena itu munculah, kupu-kupu hitam. Secara ilmiah memiliki nama Pachliopta aristolochiae, yang merupakan anggota famili Lepidoptera dari serangga alami Asia Selatan dan Asia Tenggara, dan mempunyai sebuah struktur sayap yang unik sehingga dapat membawa pengembangan sel photovoltaic kecil yang lebih efisien. Sayap itu dilapisi oleh sisik kecil, yang dapat memanen cahaya matahari pada sebuah jangkuan yang lebar dari berbagai sudut dan panjang gelombang yang berbeda-beda.
Sisik-sisik ini dapat menjadi kunci dalam mendesain miniatur panel surya di masa depan dan tidak seperti kebanyakan proyek penelitian insinyur canggih yang lain, Mother Nature menyediakan jasa desain panel surya itu secara gratis.

 “Desain struktur dari sayap-sayap kupu-kupu hitam secara simultan menyediakan kestabilan mekanis yang baik ketika memanen cahaya dengan efisiensi yang luar biasa,”kata Radwanul Siddique dari Caltech , salah satu penulis utama dari jurnal berjudul “Bioisnpired phase-separated disordered nanostructures for thin photovoltaic absorbers” yang diterbitkan baru-baru ini di Science Advances.
Terinspirasi dari fisiologi kupu-kupu dan teknik cetak 3D, Siddique dan timnya memutuskan untuk menciptakan sebuah model 3D virtual dari sayap serangga, berdasarkan gambar mikroskopknya.
Tim kemudian menghitung kapasitas penyerapan cahaya yang sayap miliki agar memahami lebih baik lagi sifat optik dari sayap itu. Setelah itu, langkah logis selanjutnya adalah membuat beberapa sel surya dari bahan silikon yang meniru struktur dengan lubang berpori sangat kecil (nanohole) dari sayap. Pengujian yang telah dilakukan pada panel ini, menunjukkan penyerapan cahaya meningkat hingga 200 % dibanding model struktur sebelumnya.

Para peneliti ini akan melanjutkan pekerjaan mereka pada desain dari penyerap photovoltaic mereka, dengan harapan akan meningkatkan kemampuan pengumpulan cahaya lebih jauh lagi. Salah satu cara yang mereka pikirkan mereka dapat kembangkan pada struktur itu akan di optimalkan pada bagian dari engraving profile, sebagai contoh;dengan sebuah model piramida terbalik daripada menggunakan model berbentuk tabung.

Jumat, 22 Juli 2016

Mengapa Memilih Da Vinci Jr 1.0 ?

openbox


Buat kamu yang lagi hunting, mestinya butuh banyak pertimbangan buat printer 3D pilihanmu. So pasti, apa ya benefit dan fitur dari produk itu. Hari ini saya ingin merekomendasikan Printer 3D  Da Vinci Jr 1.0 produksi dari XYZprinting. Apa bro alasannya ? Okay saya coba singkat ya dengan 3M yaitu Mudah, Menarik, & Murah ...... Gini penjelasannya :

 openbox


Mudah
- Saat unboxing (baru beli) Printer langsung siap pakai alias tidak perlu rakit dari nol.
- Instalasi hanya tinggal pasang power adaptor, filament,sd card, serta instal driver di PC anda dari sd card bawaan printer.
- Software Original, ga perlu bingung cari freeware ga jelas, namanya XYZware, tersedia didalam SD card bawaannya atau bisa download di website offisial.
- Calibrasi axis berjalan otomatis, ga perlu bingung setting.
- Sistem load/reload filament dan cleaning saat mengganti filament lama dengan yang baru, cukup simpel. dan masih ada yang lain, intinya user akan mudah dan cepat untuk mempelajarinya,

 openbox

Menarik
- Printer memiliki struktur yang kokoh, tidak mudah goyang saat proses cetak.
- Ada ventilasi yang dilengkapi kipas untuk pembuangan asap dan udara panas dalam mesin.
- Didesain tertutup sehingga ruang dalam akan cukup bersih dan aman dari jangkauan anak.
- Dilengkapi display monitor untuk pengoperasian sehingga tanpa PC Printer bisa langsung dioperasikan melalui SD card sebagai sumber file nya.  
- Terdapat lampu yang membantu penerangan untuk melihat / mengontrol detail proses dalam printer.

 openbox


Murah
- Harga printer ini tergolong merakyat, budget masih 8 jt an.
- Yang lebih penting untuk di bilang murah adalah garansinya, dengan kata lain jika berbicara mengenai harga akan selalu ada produk yang ditawarkan lebih murah lagi, tapi jika tidak ada jaminan dan support yang jelas rasanya perlu pikir-pikir dulu, ya kan?

Moga ketiga hal ini bisa membantu keputusan kamu. See U !!! 

Kamis, 04 Februari 2016

Mengenal Printer 3D

Da Vinci JrTemen-temen mau share dikit nie tentang Printer 3D atau yang dikenal dengan Additive Layer Manufacturing atau Fused Deposition Modeling adalah proses membuat obyek padat 3 dimensi atau bentuk apapun dari model digital dengan cara membuat sejumlah layer/ lapisan yang masing-masing dicetak di atas setiap lapisan lainnya hingga terbentuk obyek tersebut.

Teknologi printer 3 dimensi ini sebenarnya sudah berkembang sejak sekitar 1980an namun belum begitu dikenal hingga tahun 2010an ketika mesin cetak 3D ini dikenalkan secara komersial. Dalam sejarahnya Printer 3D pertama yang bekerja dengan baik dibuat oleh Chuck Hull dari 3D Systems Corp pada tahun 1984. Sejak saat itu teknologi 3D printing semakin berkembang dan digunakan dalam prototyping (model) maupun industri secara luas seperti dalam arsitektur, otomotif, militer, industri medis, fashion, sistem informasi geografis sampai biotech (penggantian jaringan tubuh manusia). Wow, keren ya !!!

Printer 3D saat ini sudah cukup terjangkau harganya, banyak orang meyakini perkembangan printer 3D akan memiliki prospek bisnis yang bagus. Kami team Mipro memulai saat ini sedang focus dengan printer 3D dengan merk XYZprinting. Konsep pemasaran bukan lagi hanya focus ke selling, namun kami akan berusaha keras bisa memberikan solusi terbaik di bidang printer 3D. Untuk itu kami berusaha terus mengembangkan pengetahuan dan potensi besar yang ada dalam printer 3D XYZprinting demi menjawab kebutuhan akan informasi produk kami. Dan tak kalah penting adalah komitmen Garansi produk dan Layanan purna jual dari produk pinter 3D XYZprinting.